Elektrolisa

Elektrolisa air adalah alat untuk memunculkan partikel kandungan logam (unsur terlarut) yang terbawa oleh air dan tidak tampak oleh mata.
Dengan bantuan elektroda positif dan negatif ini air minum dipecah menjadi ion positif dan ion negatif sehingga ion oksigen akan bereaksi (meng-oksidasi) kandungan logam yang terlarut dalam air sehingga berubah menjadi gumpalan (coagulan) dan menimbulkan warna khusus. Bermacam-macam warna yang ditimbulkan oleh proses elektrolisa ini, tabel warna lengkap hasil elektrolisa seperti tercantum di bawah. Memang unsur yang terlarut dalam air ini bisa berupa mineral yang bermanfaat bagi tubuh, juga bisa berupa kandungan unsur logam yang bisa menimbulkan penyakit. Pengguna elektrolisa ini diminta untuk berhati-hati terhadap kenyataan hasil elektrolisa. Masih perlu diteliti lagi di laboratorium untuk diperiksa secara detail mengenai kandungan unsur logam yang terlarut maupun kandungan mineral yang terlarut di dalam air tersebut. Manakah yang lebih besar kandungannya? Jika mineralnya lebih banyak bersyukurlah, jika kandungan logamnya lebih banyak berhati-hatilah dan disarankan untuk memeriksa lebih mendetail di laboratorium. Hal ini disebabkan ada aturan mengenai ambang batas kandungan logam yang terlarut di dalam air minum, jika melebihi ambang ini maka berisiko terhadap kesehatan.

Terhadap masalah mineral ini kita disarankan untuk memanfaatkan mineral yang berasal dari buah dan sayuran atau tumbuhan atau dari berbagai jenis makanan yang kita makan sehari-hari. Sebab mineral dari buah dan sayur atau makanan lebih mudah diserap oleh tubuh manusia. Hal ini dikarenakan mineral yang berasal dari tumbuhan sudah mengalami proses fotosintesis oleh tumbuhan dengan mengandalkan energi cahaya matahari (dalam bahasa awam sudah dimasak oleh tumbuhan). Sedangkan mineral yang berasal dari air adalah mineral organik dan anorganik dari tanah yang terlarut oleh air saat berada di dalam tanah. Ingatlah akan kenyataan bahwa air adalah pelarut universal yang sempurna dimana dia akan melarutkan semua yang dilewatinya. Jika dia melewati tanah berkapur (CaCO3) maka dia akan banyak mengandung Calsium (Ca). Memang benar tubuh kita memerlukan Calsium untuk pertumbuhan tulang kita namun apakah tubuh kita mau menyerap Calsium yang berasal dari kapur? Tentunya tidak, sebab Calsium dari kapur adalah calsium anorganik yang tidak siap untuk diserap oleh sel-sel tubuh kita. Calsium ini masih memerlukan proses fotosintesis oleh tumbuhan dan energi matahari sebagai proses alamiah yang dilakukan oleh tumbuhan. Tumbuhan akan memberikan hadiah kepada manusia hasil fotosintesis ini dalam bentuk buah dan sayuran yang manis dan lezat untuk dikonsumsi oleh kita. Inilah karunia tuhan yang ditugaskan kepada tumbuhan dan hasil dari tugas ini dipersembahkan untuk manusia, bersyukurkah kita?? Demikian juga jika air mengalir dalam tanah yang banyak mengandung besi, aluminium, magnesium, arsenik kira-kira apa saja yang terlarut di dalam air tersebut??

Dengan mengetahui ini apakah kita masih mau mengkonsumsi langsung air seperti ini??? Tentu saja kita menjadi takut karenanya. Tetapi lagi-lagi Tuhan tidak sekejam itu kepada manusia, Dia memberi karunia lagi kepada manusia berupa sepasang ginjal yang sangat sempurna dalam menyaring air minum yang masuk ke tubuh kita. Ginjal bekerja otomatis menyaring logam-logam yang tidak berguna ini dan dibuang dalam bentuk urine atau faeces. Lalu kita yang mengetahui proses didalam dan di luar tubuh ini akan membiarkan terus menerus kepada ginjal untuk menyaring kotoran logam yang tidak berguna sampai bertahun-tahun? Sampai kapan ginjal kita mampu menyaring terus? Lalu kenapa ada orang yang sakit gagal ginjal, batu ginjal, penyumbatan kapur, penyumbatan pembuluh darah dll? Bagaimana kalau ginjal kita sudah sakit, tidak bisa menyaring lagi? Bantulah tugas ginjal kita, ringankan penyaringan oleh ginjal, kurangi beban dia, jika kita ingin berumur panjang. Aturlah asupan air minum dan makanan yang kita makan sehari-hari, kontrollah yang masuk ke tubuh kita. Menyadari pentingnya asupan air minum ini maka Kemenkes RI memberikan ambang batas normal kandungan masing masing logam yang boleh terlarut didalam air minum. Ringkasan dari Peraturan Kemenkes bisa dilihat dibawah ini.
Ringkasan Peraturan Kemenkes Mengenai Air Minum
Alat Elektrolisa ini biasa juga digunakan untuk mengukur tingkat kesadahan air minum (total hardnes)
Dengan bantuan alat ini, air yang semula tampak bening bisa berubah warna
menjadi jingga, hitam, hijau dll tergantung tingkat kandungan logam yang terlarut dalam air tersebut.
Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengambil 2 gelas air yang berbeda sumbernya.
Misal 1 gelas air dari air RO dan satu gelas air yang lainnya dari air sumur/PDAM.
Hal ini hanya bertujuan untuk membedakan antara dua sumber air yang berbeda
Celupkan 2 elektroda (besi dan aluminium) kedalam 1 gelas air RO (kira-kira kedalaman 5cm),
dan dua elektroda yang lainnya kedalam gelas yang berisi air sumur/PDAM
Masukkan steker ke dalam stop kontak listrik , dan switch-on kan sehingga secara otomatis alat bekerja memproses
Pada saat pertama dicelupkan air belum berubah, tunggulah kira-kira 2 sampai 3 menit sampai air berubah warna
Bandingkan perbedaan warna yang muncul diantara kedua gelas tersebut, makin tinggi tds makin pekat warnanya
Bandingkan pula temperatur air setelah melalui proses elektrolisa diantara kedua gelas tersebut, makin tinggi tds makin panas temperaturnya

Larangan penggunaan :
Elektrolisa air ini tidak boleh digunakan untuk mengukur cairan sebagai berikut :
1. Air Payau atau air laut atau air garam karena akan menimbulkan konsleting
2. Air Accu, alkohol atau spiritus
3. Jenis air atau cairan lainnya yang tidak masuk dalam range pengukuran dari spesifikasi alat ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: